Wikipedia

Search results

Monday, August 02, 2010

Kesabaran Seorang Resepsionis

Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar hotel, saya melihat suatu kejadian yang sangat mengesankan: betapa sulitnya menjadi resepsionis.

Saat itu sekitar pukul lima sore, petugas resepsionis hotel sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Laki-laki berwajah sumringah itu pun berkata, "Baik, Bapak, kami sediakan satu kamar singleuntuk Anda.”

Single?” bentak orang itu, “saya memesan double!

Pegawai hotel tersebut berkata dengan sopan, “coba saya periksa sebentar.” Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata, “Maaf, Bapak, telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan Anda di kamar double kalau memang ada. Tetapi semua kamar double sudah penuh.”

Tamu yang berang itu berkata, “Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double!

Kemudian ia mulai bersikap 'kamu-tahu-siapa-saya', diikuti dengan “saya akan usahakan agar kamu dipecat. Kamu lihat nanti. Saya akan buat kamu dipecat.”

Di bawah serangan gencar, pegawai muda tersebut menyela, “kami menyesal sekali tidak bisa memenuhi permintaan Bapak, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Anda.”

Akhirnya, sang tamu yang terbakar amarah itu berkata, “saya tidak akan mau tinggal di kamar yang terbagus di hotel ini sekarang. Manajemennya benar-benar buruk!” Dan ia pun keluar.

Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir si pegawai pasti masih memasang wajah masam setelah baru saja dimarahi habis-habisan. Sebaliknya, ia menyambut saya dengan salam yang ramah sekali “Selamat malam, Bapak.”

Ketika ia mengerjakan tugas rutin yang biasa dalam mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, “saya mengagumi cara Anda mengendalikan diri tadi. Anda benar-benar sabar.”

“Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, ia sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yang malang tadi mungkin baru saja ribut dengan istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali ia merasa rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalannya.”

Pegawai tadi menambahkan, “pada dasarnya ia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.”

Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, “pada dasarnya ia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.”

Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yang menyatakan perang pada Anda. Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tersebut melepaskan amarahnya, dan kemudian lupakan saja.

Air Mata Rasulullah SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dia lah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dia lah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dia lah malaikatul maut," kata Rasulullah.

Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya Jibril lagi.

"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)".

Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii (Umatku, umatku, umatku)."

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi.

Monday, July 12, 2010

Always bear in mind that your own resolution to succeed is more important than any one thing. Abraham Lincoln (1809 - 1865)

If A is success in life, then A equals x plus y plus z. Work is x; y is play; and z is keeping your mouth shut.
Albert Einstein (1879 - 1955)

Try not to become a man of success but rather to become a man of value.
Albert Einstein (1879 - 1955)

A great secret of success is to go through life as a man who never gets used up.
Albert Schweitzer (1875 - 1965)

A discovery is said to be an accident meeting a prepared mind.
Albert Szent-Gyorgyi (1893 - 1986)

To follow, without halt, one aim: There's the secret of success.
Anna Pavlova (1885 - 1931)

If your success is not on your own terms, if it looks good to the world but does not feel good in your heart, it is not success at all.
Anna Quindlen (1953 - )

It is possible to fail in many ways...while to succeed is possible only in one way.
Aristotle (384 BC - 322 BC)

Of course there is no formula for success except perhaps an unconditional acceptance of life and what it brings.
Arthur Rubinstein (1886 - 1982)

Why be a man when you can be a success?
Bertolt Brecht (1898 - 1956)

I don't know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody.
Bill Cosby (1937 - )

What's money? A man is a success if he gets up in the morning and goes to bed at night and in between does what he wants to do.
Bob Dylan (1941 - )

The person who makes a success of living is the one who see his goal steadily and aims for it unswervingly. That is dedication.
Cecil B. DeMille (1881 - 1959)

Nothing succeeds like the appearance of success.
Christopher Lasch

There is only one success - to be able to spend your life in your own way.
Christopher Morley (1890 - 1957)

The man of virtue makes the difficulty to be overcome his first business, and success only a subsequent consideration.
Confucius (551 BC - 479 BC)

Real success is finding your lifework in the work that you love.
David McCullough (1933 - )

Success in business requires training and discipline and hard work. But if you're not frightened by these things, the opportunities are just as great today as they ever were.
David Rockefeller (1915 - )

Aim for success, not perfection. Never give up your right to be wrong, because then you will lose the ability to learn new things and move forward with your life.
Dr. David M. Burns

We succeed only as we identify in life, or in war, or in anything else, a single overriding objective, and make all other considerations bend to that one objective.
Dwight D. Eisenhower (1890 - 1969)

Success is counted sweetest by those who ne'er succeed.
Emily Dickinson (1830 - 1886)

Success didn't spoil me, I've always been insufferable.
Fran Lebowitz (1950 - )

Nothing changes your opinion of a friend so surely as success - yours or his.
Franklin P. Jones

I owe my success to having listened respectfully to the very best advice, and then going away and doing the exact opposite.
G. K. Chesterton (1874 - 1936)

Nothing fails like success.
Gerald Nachman

To freely bloom - that is my definition of success.
Gerry Spence

My mother drew a distinction between achievement and success. She said that 'achievement is the knowledge that you have studied and worked hard and done the best that is in you. Success is being praised by others, and that's nice, too, but not as important or satisfying. Always aim for achievement and forget about success.'
Helen Hayes (1900 - 1993)

Men are born to succeed, not fail.
Henry David Thoreau (1817 - 1862)

Success usually comes to those who are too busy to be looking for it.
Henry David Thoreau (1817 - 1862)

Tuesday, August 04, 2009

Waktu......

Waktu itu gratis, tapi sangat berharga. Kamu tidak akan dapat memiliki, tapi dapat memanfaatkannya. Kamu tidak dapat menyimpan, tapi dapat menghabiskannya. Sekali kehilangan, kamu tidak akan bisa mendapatkannya kembali.

Tuesday, July 28, 2009

Rose


rose, sore ini sangat menggetarkan kalbuku

ditemanimu.... soreku menjadi berbunga juga

sore yang biasa kulewatkan dengan apa adanya,

kini menjadi syahdu.



rose, kamu datang padaku

sebagai kejutan yang menyenangkan

bagai percikan embun

yang membasahi relung sukmaku



rose, indahmu memancarkan keindahannya

keindahan senyum dan matanya

yang selalu membuatku malu

sehingga lupa akan diriku


rose, terima kasih untuk hadirmu

aku memujamu seperti aku memujanya

akan kujaga dirimu seperti aku menjaganya

simpan cintaku untukmu, rose


Subhanallah.....indahnya hari ini.

Tuesday, July 14, 2009

Fall Again


FEELS LIKE A FIRE THAT BURNS IN MY HEART
EVERY SINGLE MOMENT THAT WE SPEND APART
I NEED YOU AROUND FOR EVERYDAY TO START
I HAVEN'T LET YOU ALONE

THERE'S SOMETHING ABOUT YOU, I STARE IN YOUR EYES
AND EVERYTHING I'M LOOKING FOR I SEEM TO FIND
ALL THIS TIME AWAY IS KILLING ME INSIDE

I WANNA SPEND TIME TILL IT ENDS
I WANNA FALL WITH YOU AGAIN
LIKE WE DID WHEN WE FIRST MEET
I WANNA FALL WITH YOU AGAIN

WE FOUGHT IN A BATTLE, NOBODY WON
AND NOW WE FACE A MOUNTAIN TO BE OVERCOME
YOU CAN'T RUNAWAY, THE PAST IS SAID AND DONE
I NEED US TO CARRY ON

YOU'LL TRY EVERYTHING YOU NEVER TOUGHT WOULD WORK BEFORE
WHEN YOU LIVE, WHEN YOU LOVE, AND YOU GIVE THEM YOUR ALL
YOU CAN ALWAYS GIVE UP SOME MORE

BABY, NOTHING MEANS ANYTHING UNLESS YOU'RE
HERE TO SHARE WITH ME
I CAN BREATHE, I CAN BLEED, I CAN DIE IN MY SLEEP
CAUSE YOU'RE ALWAYS THERE IN MY DREAMS

Friday, July 10, 2009

Puisi Pernikahanku


...aku persembahkan 11 tahun yang lalu untuk belahan jiwaku...


SEPENUH KASIH

Bagi suamiku di genangan rasa
Yang berbalut kasih senantiasa
Menyiramku dengan tulusnya do'a - do'a
Menyelimuti hidupku dengan cinta

Di pelaminan jiwaku
Kutautkan biduk sebatas rindu
Dengan lantunan seribu lagu
Lewat suara hatimu nan merdu

Wahai, rupanya ALLAH telah mengirimkan
Bagiku cukup satu orang lelaki
Yang selalu hidup laksana sesuci dian
Yang cinta kasihnya tak lekang oleh zaman

Semakin lapuk usia
Semoga semakin sebagai saudara
Dimana kasih kan tetap menjadi gelora
Walau tubuh tak lagi dapat bicara

Wahai, semakin mengeriput kulit muka
Semoga bertambah faham menjadi manusia
Yang berenang di lautan makna
Dan menanti hari ajal di putih pasir pantaiNya

Bagi suamiku, perlambang segala cinta
Tak pernah tau siapa yang lebih dulu pergi kesana
Tapi kerap ku berdo'a
Semoga akhirnya
Dapat kuantar dirimu sampai di pintu sorga



Terima kasih kami,
Bagi hari ini,
Yang Engkau ridhoi