Wikipedia

Search results

Showing posts with label by Utami Dewi. Show all posts
Showing posts with label by Utami Dewi. Show all posts

Tuesday, June 09, 2009

Bahkan aku tak sanggup memberi judul...


Aku tersungkur....pada titik nadir dalam kehidupanku.
tangis pecah tak berdaya...
merangkak...mencari remah2 maaf yang masih tersisa, dari hati hati yang telah terpedaya
mengharapkan setetes maafMU...
mengharapkan setetes maaf mereka....
yang telah aku pedayai dengan sempurna...

Maka kesempurnaan hanyalah milikMU...
Kau balas sempurnaku dengan maha kesempurnaanMU...duhai pemilikku...

sekarang, aku mengerti dengan arti dari sepenggal kalamMU
"Bagi orang2 yang memenuhi seruan Tuhan, mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan Orang2 yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada dibumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang2 itu mendapat hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka jahannam, dan itulah seburuk2 tempat kediaman" (QS 13:18)

bahwa, sekalipun aku persembahkan semua yang aku miliki...tak akan mampu menebus diriku dari mereka ya Rabb....

Betapa rasanya mustahil untuk merangkum sebuah hati yang telah pecah, porak poranda.....
hatiku sendiri, aku sudah tak tau seperti apa bentuknya
betapa aku menyadari bahwa kepercayaan itu mahal harganya........

Duhai..... pemilik jiwaku yang aku akan kembali padaNya....
terima kasih tak terhingga luasnya..karena telah Engkau berikan kisah yg sangat berharga dalam hidup hamba. karena pelajaran yang aku ambil sungguh luar biasa Dasyatnya.........
Engkau berikan aku kesempatan untuk lebih mengenal MU.... Engkau tunjukkan pada hati rapuh ini, bahwa Engkau mencintaiku.. (yg tidak sebanding dgn cintaku padamu...aku malu).
Engkau tunjukkan padaku bagaimana layaknya aku dudukkan perasaan cintaku yang semestinya....

semua jawaban dari do'aku telah Engkau kabulkan, wahai..... penebar Rahmat..
aku semakin menyadari ttg arti dari kalammu " maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan"
dan aku juga semakin mengerti akan kalam yg Engkau ajarkan " sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu"

Aku tunduk.............................

Duhai... sekeping hati yang telah patah....
sanggupkah lagi aku meraihmu dengan tanganku yg telah terhinakan??...
mampukah lagi aku merangkum hatimu oleh hatiku yang telah terhinakan?...
sementara...menegakkan kepala pun rasanya aku tak sanggup

lihatlah...didepanku ada kepala yg tertunduk tak berdaya...
dibelakangku ada kepala dari si penguasa kegelapan...
disampingku ada kepala2 yang selalu mengawasi..

sungguh...

aku hanya akan terus berjalan kedepan...
menyongsong pemiliknya yang akan tersenyum lembut..seikhlas hatinya.... KELAK.
Aku tau hatimu seluas samudra yang tak akan ada tepiannya...
aku sadar hatiku hanya seluas muara di sepetak pantainya...
tapi hatiku tak pernah berhenti berharap...kelak, air di muara itu akan menyusuri luasnya samudra..... menyelami hingga ke dasarnya.

duhai engkau yang menggenggam hatiku...aku ingin mengatakan padamu.....
AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH....

Friday, April 17, 2009

AKU CEMBURU

Tadi pagi, dalam perjalanan dari tempat TERNAK (nganTER aNAK), ada sesuatu yang menarik perhatianku, ketika aku melintasi sebuah sepeda motor di lembah disisi sungai kawasan badut. selintas tidak ada yang menarik. Hanya sepasang suami istri dengan anak bayi mereka digendongan sang bunda. sepertinya mereka baru pulang dari pasar.
pertamanya aku tidak acuh dgn keberadaan mereka. tapi kemudian ada yg menarik perhatianku, ketika aku melihat senyum yang mengembang dibibir sepasang suami istri itu. Senyum yang bersAhaja, penuh makna. seperti itulah aku menangkapnya. Nampaknya mereka sangat berbahagia sekali. itu terpancar jelas dari raut wajah mereka yang hanya sekilas terlihat olehku karena selalu saja aku melewati jalan itu dgn terburu-buru.
Kemudian, tanpa aku sadari, ada perasaan aneh muncul dihatiku yang membuat aku bertanya-tanya. AKU CEMBURU. Aih...aku ulang lagi pernyataan hatiku ini berkali kali. apa benar?. Apa yang pantas aku cemburui dari mereka?. Lihatlah... mereka hanya mengendarai sepeda motor yang sudah agak butut. Lalu aku, Mobil yang sangat nyaman aku pakai. Lalu perhatikan apa yang mereka bawa dari pasar?..aih,aih..ternyata mereka cuma menenteng sekantung kerupuk. itu aja...kerupuk.
Ternyata aku cemburu melihat kebahagiaan mereka berdua. dan aku melihat pada diriku sendiri,...ternyata aku HANYA sendirian. rupanya itu yg membuatku cemburu.
Disepanjang perjalanan menuju rumah, aku merenung. Mengapa aku tidak bisa berbahagia seperti mereka saat ini?. Apakah hanya karena suamiku tidak ada disampingku sekarang.tidak seperti mereka. Apakah itu pantas aku jadikan alasan ditengah banyaknya masalah yg harus aku selesaikan sendirian?.
Ya Robb...ampuni hamba karena kufur akan nikmatmu. Diantara sekian banyak nikmat yg Engkau curahkan pada hamba hina dina ini,..kenapa aku harus mempermasalahkan tentang hal yang satu itu.
Aku berusaha mengulas beberapa bagian dari hidupku, salah satunya ttg keputusanku untuk berada ditempat ini. tentang cita-citaku, tentang ibuku, tentang anakku. aku menarik nafas panjang....dan berusaha menarik kesimpulan dari pertemuanku dg dua orang bersepeda motor itu.
Bisakah kebahagiaan diraih dengan "kesederhanaan" ?. Ataukah paradigma itu harus dibalik. Apabila aku "sederhana" maka aku tidak akan bisa berkarya untuk orang banyak.
Tolonglah aku, berikan saranmu.