Wikipedia

Search results

Friday, May 29, 2009

Friday, April 17, 2009

Persimpangan Jalan

Banyak pilihan yang aku hadapi, semua penting, menarik dan amanah....

Keputusan telah aku ambil...
Banyak rencana telah terlaksana, bahkan hampir semuanya. Segalanya berjalan lancar dan hampir sempurna walaupun kesempurnaan itu abstract dan absurd, entahlah, apapun itu istilahnya semua dapat dijalani dengan baik... Dalam sekejab apa yang diharapkan telah berjalan sesuai harapan. Sekejab, eh ternyata salah, ternyata telah 10 bulan.... Tanpa sadar telah 10 bulan telah berlalu.

Keputusan telah aku ambil...
Satu rencana dari awal yang disepakati telah berubah karena satu hal, perubahan. Aku tetap menunggu walaupun nun jauh disana juga menunggu dengan bosan dan letih menemani. Tidak ada egois, tidak ada harapan berlebihan dan tidak ada rasa saling menyalahkan. Menunggu sampai sekarang dan belum juga ada perubahan walaupun telah dijanjikan.

Keputusan belum aku ambil...
Ditengah rasa bosan dan letih tawaran terus datang. Tawaran yang menarik, bahkan jauh menarik dari yang telah ada. Belum kujawab walo telah berkali bertemu dan berkali saling komunikasi. Harus dipikir dan direnung dengan tenang untuk beri katakan ya. Akankan aku harus ambil tawaran ini.....?. Ya, karena tawarannya menarik dan lebih menarik dari yang telah dijalani. Tidak, karena tidak menjadikan diri yang mandiri. Cita - cita mandiri terus bergelora dan hampir pasti sudah bisa mandiri, atau bahkan sebenarnya sudah mandiri sekarang.... Hanya karena telah dimanjakan situasi mandiri yang telah ada kurang bisa dirasakan... Hanya Allah yang tahu....

Keputusan telah aku ambil...
Aku akan mengambil keputusan setelah keputusan yang lain telah aku lalui... Demi mereka yang kucinta disana, demi mereka yang menjadi perhatianku dan demi pembelajaran & pemahaman keyakinan akan Allah SWT yang telah aku raih disana....

Keputusan harus aku ambil...
Dalam sepi, sendiri, kontemplasi dan bersujud dihadapan-Mu....

AKU CEMBURU

Tadi pagi, dalam perjalanan dari tempat TERNAK (nganTER aNAK), ada sesuatu yang menarik perhatianku, ketika aku melintasi sebuah sepeda motor di lembah disisi sungai kawasan badut. selintas tidak ada yang menarik. Hanya sepasang suami istri dengan anak bayi mereka digendongan sang bunda. sepertinya mereka baru pulang dari pasar.
pertamanya aku tidak acuh dgn keberadaan mereka. tapi kemudian ada yg menarik perhatianku, ketika aku melihat senyum yang mengembang dibibir sepasang suami istri itu. Senyum yang bersAhaja, penuh makna. seperti itulah aku menangkapnya. Nampaknya mereka sangat berbahagia sekali. itu terpancar jelas dari raut wajah mereka yang hanya sekilas terlihat olehku karena selalu saja aku melewati jalan itu dgn terburu-buru.
Kemudian, tanpa aku sadari, ada perasaan aneh muncul dihatiku yang membuat aku bertanya-tanya. AKU CEMBURU. Aih...aku ulang lagi pernyataan hatiku ini berkali kali. apa benar?. Apa yang pantas aku cemburui dari mereka?. Lihatlah... mereka hanya mengendarai sepeda motor yang sudah agak butut. Lalu aku, Mobil yang sangat nyaman aku pakai. Lalu perhatikan apa yang mereka bawa dari pasar?..aih,aih..ternyata mereka cuma menenteng sekantung kerupuk. itu aja...kerupuk.
Ternyata aku cemburu melihat kebahagiaan mereka berdua. dan aku melihat pada diriku sendiri,...ternyata aku HANYA sendirian. rupanya itu yg membuatku cemburu.
Disepanjang perjalanan menuju rumah, aku merenung. Mengapa aku tidak bisa berbahagia seperti mereka saat ini?. Apakah hanya karena suamiku tidak ada disampingku sekarang.tidak seperti mereka. Apakah itu pantas aku jadikan alasan ditengah banyaknya masalah yg harus aku selesaikan sendirian?.
Ya Robb...ampuni hamba karena kufur akan nikmatmu. Diantara sekian banyak nikmat yg Engkau curahkan pada hamba hina dina ini,..kenapa aku harus mempermasalahkan tentang hal yang satu itu.
Aku berusaha mengulas beberapa bagian dari hidupku, salah satunya ttg keputusanku untuk berada ditempat ini. tentang cita-citaku, tentang ibuku, tentang anakku. aku menarik nafas panjang....dan berusaha menarik kesimpulan dari pertemuanku dg dua orang bersepeda motor itu.
Bisakah kebahagiaan diraih dengan "kesederhanaan" ?. Ataukah paradigma itu harus dibalik. Apabila aku "sederhana" maka aku tidak akan bisa berkarya untuk orang banyak.
Tolonglah aku, berikan saranmu.

Thursday, August 07, 2008

Kalimat Bijak

"Jika tidak dikritik, berarti Anda belum banyak melakukan apa-apa"
>> Donald H Rumsfeld, Mantan Menhan Amerika Serikat <<


"Semua kebenaran sangat mudah dipahami begitu dia ditemukan; tapi masalahnya bagaimana menemukan kebenaran itu"
>> Galileo Galilei (1564-1642), astronom dan psikolog Italia <<


"Semua yang dapat Anda bayangkan adalah kenyataan"
>> Pablo Picaso (1881–1973), pelukis Spanyol <<


"Ketika kekuatan cinta mengalahkan kecintaan terhadap kekuasaan, dunia akan mengenal perdamaian".
>>Jimi Hendrix, gitaris dan penyanyi rock asal Amerika Serikat, (27 November 1942–18 September 1970)<<


"Perdamaian adalah efek alamiah dari perdagangan"
>> Charles de Montesquieu, filsuf Prancis (1689–1755) <<


"Damai bukan karena tidak ada perang, melainkan karena ada keadilan"
>> Harrison Ford, aktor Amerika Serikat <<


"Tanpa disiplin, tidak akan ada kehidupan"
>> Katharine Hepburn (12 Mei 1907–29 Juni 2003), aktris asal Amerika Serikat <<


"Orang sukses adalah mereka yang berusaha mencapai tujuannya secara sungguh-sungguh dan tidak mudah dibelokkan. Itulah dedikasi"
>> Cecil B DeMille (1881–1959), produser film Amerika Serikat <<


"Hampir semua pria dapat bertahan dalam kesengsaraan. Namun bila Anda ingin menguji karakternya, beri dia kekuasaan"
>> Abraham Lincoln (1809–1865), Presiden ke-16 AS <<


"Harapan adalah kebutuhan dalam setiap kondisi"
>> Samuel Johnson (1709–1784), Sastrawan Inggris <<

Rumah Keabadian

Setiap orang pasti menginginkan segala pengalaman hidup apalagi yang manis - manis abadi untuk dikenang. Bahkan dalam doa pernikahan dari orang - orang yang datang dalam resepsi pernikahan tidak jauh doanya dari esensi abadi.
Kadang kita lupa bahwa hidup ini tidak ada yang abadi, bahkan doa yang dipersembahkan untuk sesama melawan hukum alam bahwa tidak ada didunia ini yang abadi. Abadi yang diinginkanpun juga semu karena hanya menginginkan segala yang baik dan manis, sedang yang pahit dan uzur sedapat mungkin dilupakan.

Semestinya keabadian tidak melulu untuk mengabadikan yang baik dan manis. Momen keabadian sederhana yang diwujudkan dalam album foto tidak hanya menyimpan foto - foto yang bagus kan, bahkan mantan pacar yang pernah menyakitkan hati paling dalampun kadang masih tersimpan dengan baik.

Sayang sekali kita manusia memang ditakdirkan untuk tidak dalam keabadian, kita hanya boleh numpang dalam beranda keabadian. Yang hanya diperbolehkan masuk dalam rumah keabadian hanya ilmu dan amal kita, sedang fisik kita akan hancur dalam keabadian yang benar - benar abadi dan tidak akan menjadi abadi lagi. Sudahkan kita siap untuk masuk dalam rumah (bukan beranda) keabadian....?.

Terlalu sedikit dalam sejarah dunia ini orang yang diabadikan oleh generasi berikutnya yang bukan oleh ilmu dan amalnya. Banyak filsuf, sufi, ilmuwan dan tentunya nabi yang hidup berabab lalu selalu dikenang dengan hasil karya dan perjalanan hidupnya menjadi referensi bagi generasi sekarang. Bukan karena kekayaan materi, bukan karena kecantikan dan kegantengan wajahnya, bukan fasilitas jabatan yang menjanjikan kenikmatan dan juga bukan karena perjananan hidup yang mulus. Semua dikenang abadi dalam rumah keabadian.

Thursday, June 05, 2008

Jadikan Langkah sebagai Jembatan


Dalam keseharian hidup setiap orang disibukkan dengan rutinitas yang bagi sebagian orang menyenangkan, bagi sebagian orang membosankan dan sebagian yang lain menganggap biasa. Bagi orang yang dirundung musibah aktifitasnya dianggap sebagai hal yang membosankan bahkan membuat batin menderita. Bagi orang yang sedang mendapat rejeki aktifitas yang dijalani berjalan seolah cepat dan menyenangkan bahkan membahagiakan. Kebanyakan awam apabila mendapatkan rejeki baik berupa materi maupun immateriil (jabatan reff) selalu terbayang akan gaya hidup yang lebih baik. Bahkan tidak jarang rejeki yang datang akan dapat merubah status, pola pandang, perilaku dan mental yang menjauhi sikap yang humanis apabila rejeki yang datang tidak disyukuri sebagai karunia Tuhan.

Dilain pihak bagi yang dilanda musibah juga beranggapan akan terus sengsara dan menderita. Penderitaan yang semakin berat ketika cobaan yang datang tidak merubah upaya untuk bangkit dari musibah yang datang. Sikap "nrimo" dan beranggapan "nasib" menjadikan energi terbuang menjadi tidak bermanfaat.

Banyak contoh dalam kehidupan ini dari orang secara status materi yang melarat lalu menjadi milyarder bahkan trilyuner, dari seorang bajingan lalu menjadi orang yang sangat taat terhadap ajaran Tuhan, dari kasta sosial yang nista lalu menjadi kasta sosial yang terhormat, dari gaya hidup yang elegan lalu menjadi gaya hidup yang glamour, dari sikap mengemis lalu mejadi sikap menderma, dari sebelumnya lawan lalu menjadi kawan dan perubahan - perubahan lainnya. Perubahan tersebut juga sangat sering terjadi sebaliknya dari yang enak menjadi tidak enak.

Perubahan bisa terjadi apabila dalam diri kita sendiri mau merubah. Omong kosong besar apabila ada orang hebat yang katanya bisa merubah seseorang menjadi lebih baik. Seorang motivator yang hebat sekalipun tidak akan bisa merubah seseorang apabila seseorang itu sendiri tidak mempunyai motivasi untuk merubah apa yang ada dalam dirinya. Bahkan dalam kitab suci diceritakan seorang nabi tidak bisa merubah anggota keluarganya untuk taat kepada ajaran Tuhan.

Perubahan hanya akan terjadi apabila seseorang dapat memahami bahwa setiap langkah hidup kita hanya berupa jembatan untuk mencapai langkah berikutnya. Setiap langkah yang diayunkan dalam gerak fisik dan batin mempunyai konsekuensi yang bersifat individual maupun kolektif. Langkah hidup yang digerakkan hanya berdasar nafsu dan ambisi akan menjadi bias dan tidak membuahkan hasil. Sedang langkah hidup yang digerakkan dengan dasar motivasi, visi, dan spirit untuk mencapai tujuan dengan cara yang benar secara agama dan budaya akan dapat mencapai hakekat hidup yang sesungguhnya. Bahwa dalam setiap gerak langkah hidup seseorang ada hak orang lain yang mesti dijaga, diberikan dan dihormati.

Ketika setiap langkah yang digerakkan dipakai sebagai jembatan untuk menuju langkah yang lebih baik ketika itu pula seseorang itu telah meniti tangga kesuksesan. Setiap gerak langkahnya selalu ingat akan zat yang menciptakan manusia dan alam semesta, ingat akan interaksi sesama dan ingat akan dunia setelah kehidupan didunia ini. Sebaliknya ketika langkah digerakkan dengan sikap - sikap yang jauh dari norma kesopanan, kesusilaan bahkan agama ketika itu seseorang mengalami dehumanisasi yang akan menyeret dalam belenggu penderitaan. Banyak contoh pejabat yang hidupnya mewah dan glamour dengan para ajudan yang tegap harus berakhir dibalik terali besi, banyak pengusaha yang kaya raya dengan pesawat pribadi dan para cewek cantik yang mengelilinginya harus berakhir dihotel prodeo, banyak agamawan yang banyak pengikutnya harus berakhir dengan diasingkannya secara sosial dan lain sebagainya karena dalam langkahnya mereka lupa akan dirinya dan menjadikan langkahnya dalam jembatan kemaksiatan. (by Her)

Friday, May 30, 2008

Kau sahabatku


Kata yang jarang terdengar yang mempunyai makna yang sangat dalam, sahabat. Sahabat yang sebenarnya adalah yang peduli akan sakit dan senang. Sahabat bukan teman yang dekat ketika senang datang dan jauh ketika musibah mendera. Sahabat adalah ketika berani untuk menegur akan kesalahan agar tidak terulang dan menciptakan perbaikan dalam suasana damai. Sahabat adalah ketika berani menempatkan posisi ego berada dibarisan belakang dan mengedepankan kerbersamaan diatas kepalanya. Sahabat adalah ketika berani mengatakan tidak dalam suasana terburuk demi suatu kebaikan. Sahabat adalah ketika berani membenturkan pemikiran yang menyimpang agar kembali dalam posisi yang benar. Sahabat adalah ketika berani memberi jamu - jamu pahit dalam dalam penyembuhan pemikiran dan tingkah laku yang tidak semestinya.

Kau adalah sahabatku, kata yang mudah diucapkan namun sulit dipraktekkan. Pada kenyataannya persahabatan hanya bersifat semu yang dibumbui oleh kepentingan. Kepentingan karena dalam waktu yang sama, kepentingan karena dalam lokasi yang sama, kepentingan karena dalam masalah yang sama, kepentingan karena dalam status yang sama dan kepentingan dalam posisi yang sama. Hanya karena sesama jomblo mereka saling menyebut sahabat, hanya karena satu bagian dan ruang kerja mereka saling menyebut sahabat, hanya karena lahir dari daerah yang sama juga mereka menyebut sahabat, hanya karena mereka dalam sel yang sama mereka juga menyebut sahabat.

Beranikah kita untuk mengatakan kau sahabatku...?. Hanya perilaku yang bisa mengatakan dan membuktikannya bukan mulut manis dengan bungkus kepentingan yang mengatakannya. (by Her).